Solusi Beribadah Berbagai Agama di Tengah Menyebarnya Virus Corona

Kemunculan virus corona mampu membuat berbagai kegiatan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Salah satu kegiatan yang paling terasa beda adalah kegiatan beribadah. Hampir semua agama merasakan perbedaan pelaksanaan ibadah di tahun 2020 tepatnya saat virus corona mulai menyebar di seluruh dunia. Pelaksanaan ibadah yang mengharuskan berkumpulnya para umat tidak bisa dijalankan seperti biasa, namun harus mengalami sedikit perubahan. Pelaksanaan ibadah di tengah penyebaran virus corona dilakukan secara terpisah atau berjarak antara jemaat yang satu dengan yang lainnya.

Menjalankan ibadah yang mengharuskan berkumpulnya orang banyak mampu meningkatkan risiko penyebaran virus corona. Hal ini membuat kegiatan beragama tidak bisa berjalan seperti biasanya. Demi tetap bisa menjalankan rangkaian acara beribadah maka para pemimpim agama memiliki caranya masing – masing untuk mengatasi masalah tersebut. Cara yang dianggap paling tepat untuk masalah ini adalah pelaksanaan ibadah secara online atau daring.

Memilih pelaksanaan ibadah secara online membuat kegiatan beribadah bisa berjalan dengan lebih baik. Para pemimpin agama bisa dengan mudah menjalankan proses ibadah dan para umat tetap bisa mengikuti proses tersebut. Setiap agama dan setiap wilayah memiliki cara alternatifnya tersendiri untuk pelaksanaan ibadah tersebut. Cara alternatif harus diambil demi tetap bisa menjalankan proses ibadah seperti  biasanya tanpa harus mengurangi sedikit rasa hikmat dari ibadah tersebut.

Berbagai Cara Alternatif Dalam Pelaksanaan Rangkaian Ibadah

Solusi Beribadah Berbagai Agama di Tengah Menyebarnya Virus Corona

Setiap agama memiliki hari pentingnya masing – masing. Pelaksanaan hari penting atau hari besar di dalam agama sangat penting untuk dilakukan. Walaupun berada di tengah pandemi virus corona tidak lantas membuat rangkaian ibadah dari berbagai agama menjadi dihentikan. Para pimpinan beragama mulai mencari cara lain agar pelaksanaan ibadah bisa dijalankan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan.

Pelaksanaan ibadah untuk agama Katolik misalnya juga turut melaksanakan ibadah secara daring. Ibadah Jumat Agung yang selalu dilaksanakan setiap minggu harus dijalankan secara daring di rumah. Cara ini diambil untuk menekan angka penyebaran virus corona. Solusi ini diterapkan di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di luar negeri. Pelaksanan Jumat Agung secara daring tidak mengurangi rasa hikmat para umatnya.

Pelaksanaan ibadah untuk agama Islam juga mengalami sedikit perubahan. Salah satu ibadah yang dilakukan setiap minggunya adalah sholat Jumat. Sholat Jumat ini selalu dilaksanakan di masjid secara berjamaah, namun mengingat tengah berada di pandemic Covid-19 membuat ibadah tersebut dijalankan dengan cara yang sedikit berbeda. Ada beberapa wilayah yang memutuskan untuk menunda pelaksanaan ibadah sholat Jumat secara berjamaah dan ada juga yang melaksanakan sholat Jumat namun dengan tetap menjaga jarak. Solusi ini diambil untuk tetap menjalankan ibadah di tengah pandemi.

Ada yang sedikit berbeda dari acara pengumpulan sedekah oleh para biksu Buddha. Para biksu Buddha tepatnya di Bangkok Tahiland tetap menjalankan proses ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya dengan memperharikan protokol kesehatan. Para biksu Buddha menggunakan masker dan pelindung wajah dalam kegiatan pengumpulan sedekah selama pandemi ini berlangsung. Proses bersedekah tetap berjalan dengan memperhatikan aturan baru selama penyebaran virus corona berlangsung.

Ritual ibadah selama pandemi ini juga dirasakan oleh wanita umat Hindu yang ada di India. Wanita Hindu yang sudah menikah di India melangsungkan ritual Festival Gangaur untuk memberikan pujaan kepada Dewi Gauri dan Parwati dengan memberikan persembahan air kepada Dewa Matahari. Ritual ini dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Berbedanya Pelaksanaan Ibadah di Tengah Pandemi

Solusi Beribadah Berbagai Agama

Selain beberapa cara alternatif untuk tetap bisa beribadah di tengah pandemi seperti di atas masih ada banyak cara lain yang digunakan para pemimpin agama dalam menjalankan ibadah. Pemilihan solusi beribadah di tengah karantina sangat dirasakan perbedaannya dengan pelaksanaan ibadah seperti biasanya. Agar pelaksanaan tetap terasa hikmat maka setiap pemimpim agama memiliki caranya masing – masing untuk pelaksanaan ibadah tersebut.

Sebagian pemimpin agama ada yang menyertakan foto umat saat pelaksanaan ibadah, ada juga yang menyiarkan video secara online, dan ada juga yang melaksanakannya di area parkir demi membuat seluruh umat tetap bisa mengikuti proses ibadah. Virus corona memang tidak perlu diragukan lagi keberadaannya. Kegiatan beragama dianggap menyumbangkan resiko yang cukup tinggi untuk penyebaran virus corona lebih banyak jika tidak dilaksanakan dengan tepat.

Saat ini proses beribadah harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Proses ibadah secara online menjadi salah satu cara yang dianggap paling aman untuk diterapkan di saat karantina. Walaupun tidak menjalankan ibadah secara langsung namun proses ibadah tetap bisa diikuti walaupun dalam jarak yang jauh. Rasa hikmat menjalankan ibadah secara online juga masih dirasakan oleh para umat beragama.