Tokoh Agama Terkemuka di Dunia Mengumandangkan Doa Bersama

Pandemi corona yang dirasakan di seluruh dunia mampu merubah segala aktivitas manusia. Hampir semua kegiatan mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Kegiatan beribadah turut merasakan dampak dari adanya penyebaran virus corona ini. Virus corona mulai menyebar ke berbagai neraga di dunia dan sangat meresahkan. Mudah virus ini menularkan dari satu orang ke orang lainnya membuat aktivitas manusia mulai dibatasi. Kegiatan beribadah harus dilaksanakan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Melihat dunia yang tengah berduka karena adanya pandemi virus corona ini membuat seluruh tokoh agama terkemuka yang ada di dunia memutuskan untuk mengumandangkan doa bersama. Nampaknya adanya virus corona ini mampu membuat agama – agama di dunia bersatu. Doa bersama yang dikumandangkan ini dilaksanakan pada hari doa. Beberapa waktu yang lalu doa bersama telah dilakukan di seluruh dunia untuk mendoakan kemanusiaan yang saat ini tengah diuji.

Perwakilan Agama di Dunia Berdoa Bersama

Tokoh Agama Terkemuka di Dunia Mengumandangkan Doa Bersama

Doa yang dikumandangkan mulai dari Asia hingga ke Amerika Latin, Amerika Serikat, Rusia, dan Afrika Selatan sangat terasa hikmatnya. Para tokoh agama terkemuka yang ada di dunia menyerukan hari doa tersebut. Doa yang dipanjatkan tidak lain adalah untuk melawan penyebaran virus Covid-19 yang telah menghancurkan dunia. Seluruh agama bersatu memanjatkan doa sesuai dengan keyakinannya masing – masing dan berdoa untuk kebaikan dunia ini.

Pelaksanaan doa bersama ini diwarnai banyak hal. Abu Dhabi menjadi sosok yang mencetus adanya doa bersama. Abu Dhabi mendorong agar doa bersama dilakukan seluruh manusia yang ada di dunia. Tempat Komite Tinggi Persaudaraan Manusia yang telah diperkasai Uni Emirat Arab secara resmi telah berdiri pada September 2019 yang berada di Roma. Negara – negara yang mayoritasnya Sunni telah menerima kunjungan dari Paus Fransiskus. Telah dilakukan berbagai upaya untuk membuat Abu Dhabi menjadi tempat bertemunya seluruh agama yang ada di Asia, Eropa, dan Afrika.

Saran dari komite menyebutkan bahwa saat ini semua orang harus berbalik kepada Tuhan masing – masing dalam kasus pandemi corona tanpa harus melihat agama dan negara. Berbagai perwakilan dari seluruh agama di dunia menyakini bahwa dengan adanya pandemi ini mampu mengubah hubungan toleransi beragama yang ada di dunia. Masyarakat mulai bisa melihat berbagai peryaaan antar agama melalui saluran TV. Semua orang berseru kepada Tuhan dan ada juga yang melakukan kerjasama dibidang sosial.

Ditutupnya beberapa tempat ibadah dan pelaksanaan ibadah yang berbeda dari biasanya membuat semua agama merasakan hal yang sama. Kemunculan virus corona ini dianggap sebagai dinamika baru dalam dialog antar agama. Doa bersama yang dilakukan secara oline ataupun pertukaran pengalaman menjadi hal yang tidak mungkin terjadi jika tidak ada virus corona di dunia. Disisi lain adanya doa bersama ini dianggap sebagai sinyal yang baik untuk memperbaiki solidaritas dan kepercayaan.

Ketua Dewan Pusat Muslim yang ada di Jerman juga menyampaikan inisiatif menjadi hal yang penting untuk kekuatan dan energy pada masa yang sulit seperti saat ini. Agama mampu menguatkan orang – orang dalam menghadapi masa yang sulit seperti saat ini. Seluruh umat beragama di dunia saling mendorong satu sama lain untuk memanjatkan doa demi kebaikan manusia yang ada di dunia. Ibadah menjadi salah satu cara untuk melindungi kehidupan yang ada di dunia untuk saat ini.

Doa Seantero Dunia Berkumandang

Perwakilan Agama di Dunia Berdoa Bersama

Keputusan untuk melakukan doa bersama ini menjadi cara paling tepat untuk tetap menguatkan hati di tengah pandemi Covid-19. Seluruh umat beragama di dunia harus mulai berbalik dan mengingat Tuhan masing – masing. Paus Fransiskus berada di Lapangan Santo Petrus yang ada di tepi Vatikan untuk melayangkan sebuah doa. Paus memanggil seluruh umat Katolik yang ada di dunia untuk turut serta berdoa.

Sedangkan untuk kaum Islam, masalah pandemi corona diintegrasikan dalam ibadah Ramadhan. Kegiatan ibadah di bulan Ramdhan kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Berbagai lingkaran kecil mencoba mengajak seluruh umat Islam yang ada di dunia untuk ikut berdoa bersama. Doa bersama yang dilangsungkan secara simbolis tersebut mencakup umat beragama Kristen, Yahudi, Muslim, Buddha, dan Sikh.

Doa bersama juga datang dari New York melalui sebuah organisasi. Adanya webinar yang bisa diakses semua orang untuk membahas mengenai isu gender sehubungan dengan adanya pandemi virus corona ini. Berbagai doa dari seluruh umat beragama di dunia telah dikumandangkan. Virus corona dianggap menjadi salah satu cara untuk menyatukan toleransi agama yang ada di dunia. Untuk saat ini semua orang harus bersatu untuk tetap bisa beribadah memanjatkan doa kepada Tuhan walaupun harus berada di masa karantina pandemi. Dikumandangkannya doa bersama dari seluruh dunia bertujuan untuk rasa kemanusiaan.