Melangsungkan Rangkaian Ibadah Secara Daring Solusi Ditengah Karantina Covid-19

Menjalani aktivitas di tengah karantina pandemi Covid-19 memang sedikit berbeda dibandingkan menjalani aktivitas di hari – hari sebelum adanya wabah virus corona ini. Walaupun sedang berada di masa pademi Corona tidak lantas menutup berbagai aktivitas salah satunya seperti beribadah. Seperti halnya ritual ibadah yang beberapa watku yang lalu tengah dijalankan umat agama Kristen dan Katolik. Rangkaian Tri Hari Suci Paskah tetap diadakan tanpa mengurangi sedikitpun rasa syahdu dalam pelaksanaannya. Kelompok agama serta kepercayaan lainnya juga tetap memaknai adanya karantina Covid-19 ini untuk lebih mendekatkan diri dengan ajaran agamanya masing – masing.

Para umat Kristen serta Katolik yang ada di seluruh dunia selesai menjalankan rangkaian Misa Paskah beberapa waktu yang lalu. Pelaksanaan Misa Paskah pada tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya namun tetap bisa dijalankan dengan hikmat. Pelaksanaan rangkaian Tri Hari Suci Paskah dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan ibadah di tahun ini dilaksanakan dengan berjarak antara jemaat satu dengan yang lainnya.

Sebagian wilayah yang benar – benar melakukan penguncian wilayah tentu tidak bisa mengikuti ibadah Paskah secara langsung. Ritual ibadah kali ini memanfaatkan media online untuk tetap bisa melangsungkan ibadah secara bersamaan. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus corona bisa diminimalisir. Walaupun beribadah dari rumah masing – masing terpisah antara jemaat lainnya dan pemimpin umat, namun ritual ibadah Paskah tahun ini tetap bisa berjalan dengan lancar.

Cara Alternatif Para Pemimpin Beragama Untuk Tetap Bisa Beribadah

Melangsungkan Rangkaian Ibadah Secara Daring Solusi Ditengah Karantina Covid-19

Para pemimpin serta umat beragama mulai memutar otak untuk bisa tetap menjalankan ibadah walaupun berada di tengah situasi yang tidak kondusif. Larangan untuk membuat kerumunan, menjaga jarak, dan adanya penutupan beberapa wilayah karena penyebaran virus corona membuat para pemimpin memikirkan jalan alternatif untuk tetap bisa menjalankan ibadah tersebut. Tidak hanya untuk umat Kristen maupun Katolik saja yang melakukan ibadah secara online, seluruh umat agama di dunia juga menjalankan ritual agamnya masing – masing menggunakan cara yang sama.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa telah banyak pemimpin beragama seperti Paus Fransiskus yang berasal dari Gereja Katolik Roma yang beberapa kali telah melangsungkan ibadah secara daring. Pelaksanaan Misa mingguan dan Misa Paskah telah dilakukan secara daring demi mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Peraturan karantina yang sudah dikeluarkan di sejumlah wilayah membuat proses ibadah bersama secara langsung mulai dibatasi. Untuk membuat suasana tetap terasa spiritual dan simbolis maka para pendeta menyertakan foto maupun video para jemaat yang ikut serta dalam proses ibadah.

Seperti halnya kegiatan Misa Jumat Agung yang ada di Katedral Uppsala Swedia melangsungkan ibadah dengan direkam agar seluruh umat bisa mengikuti setiap ritual ibadah yang berlangsung. Ada juga pelaksanaan ibadah dari Bapa Victor Jimenez yang berada di gereja Paroki Our Lady, San Jose yang mana meletakan foto anggota Paroki dibangku gereja sehingga pelaksanaan Misa pekan paskah tetap terasa spiritualnya. Selain itu ada juga aktivitas pendeta dari Katolik Roma Johannes Laicher yang juga melangsungkan ibadah dengan menyebarkan dupa pada setiap foto anggota jemaatnya selama melangsungkan ibadah di tengah karantina Covid-19.

Beberapa cara alternatif pelaksanaan ibadah di tengah pandemic corona di atas mampu membuat pelaksanaan ibadah terasa lebih hikmat. Para pemimpin beragama mengupayakan seluruh umatnya untuk tetap bisa mengikuti serangkaian ibadah walaupun sedang menjalani masa karantina. Sejumlah gereja yang ada di Indonesia juga turut menggelar ibadah Misa Jumat Agung dan ibadah Misa Paskah secara online. Cara ini diambil untuk tetap bisa berperan dalam mengurangi jumlah penyebaran virus corona dan tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik.

Ibadah Secara Daring Tidak Mengurangi Rasa Hikmat Para Umat

Umat Katolik Nasrani

Demi bisa menjalankan ibadah bersama secara hikmat, penggunaan media online memang sangat tepat untuk saat ini. Seluruh umat dengan agamanya masing – masing menyambut baik cara alternatif tersebut karena mampu membuat ibadah tetap bisa berjalan walaupun dengan pelaksanaan yang sedikit berbeda. Keberadaan virus corona mampu merubah segala aktivitas manusia termasuk dalam hal ibadah. Adanya virus corona ini juga dianggap sebagai salah satu cara untuk tetap bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selain umat beragam Kristen dan Katolik, umat Bergama Islam juga turut merasakan hal yang sama. Pelaksanaan sholat Jumat di masjid beberapa kali tidak dilaksanakan dengan tujuan yang sama. Seluruh agama yang ada di dunia memilih menggunakan cara daring untuk tetap bisa beribadah bersama pemimpin agama dan umat. Rasa hikmat tetap dirasakan para umat beragam selama menjalankan ibadah secara daring. Beribadah secara daring menjadi solusi yang dianggap paling tepat untuk tetap beribadah di tengah pelaksanaan karantina karena pandemic Covid-19.